Fakta Pembunuhan Wanita Berjilbab Di Dalam Mobil

Makviral.com – Wahyu Jayadi sah berstatus terduga kasus sangkaan pembunuhan Salaiha Djafar dalam mobil di Gowa, Sulawesi Selatan. Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menyatakan membunuh rekan sekantornya tersebut setelah tercebur cekcok.

Jenazah Sulaiha tadinya ditemukan penduduk Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, dalam suatu mobil berwarna biru, Jumat (22/3), selama pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, leher mayat tersebut tercantol sabuk pengaman. Sulaiha diketahui istri pejabat Dinas Kehutanan Pemkab Barru dan mempunyai 3 orang anak.

“Sudah (ditetapkan jadi tersangka), memang dia (Wahyu) yang bunuh,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani ketika dihubungi makviral, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga : Bintang Porno Ini Dilarikan Ke Rumah Sakit Setelah Kelelahan

Wahyu dalam bahaya dijerat Pasal 338 KUHP mengenai pembunuhan. Polisi masih mendalami permasalahan pembunuhan ini.

Berikut fakta-fakta mengejutkan pembunuhan perempuan berjilbab dalam mobil:

Ditangkap Saat Melayat

Wahyu ditangkap oleh tim campuran dari Polres Kabupaten Gowa, di-back up oleh Resmob Polda Sulsel, ketika tengah berpura-pura menyaksikan jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Yang bersangkutan sedang di Rumah Sakit Bhayangkara pergi menyaksikan atau melayat di sana agar menghindari ketidakpercayaan dari rekan-rekannya,” kata ujar Panit III Resmob Polda Sulsel Ipda Sunardi, Sabtu (23/3).

Dosen UNM dan Teman Sekantor

Wahyu terdaftar sebagai dosen Universitas Negeri Makassar (UNM). Dia dan Sulaiha adalahteman sekantor.

“Yang kami amankan ialah WJ atau Wahyu Jayadi. Dia dosen di UNM,” kata Kepala Humas Polres Gowa AKP Tambunan ketika dimintai konfirmasi makviral, Sabtu (23/3).

Baca Juga : Bayi Kembar Ini Lahir Dan Diberi Nama Prabowo Sandi Oleh Orangtuanya

Wahyu adalahdosen Fakultas Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Makassar (UNM). Tidak melulu itu, W pun mengepalai suatu unit lembaga di kampus tersebut. Sedangkan Sulaiha adalahpegawai di UNS bidang lokasi tinggal tangga.

Cekcok Sengit

Wahyu menghabisi nyawa Sulaiha sesudah terlibat percekcokan.

“Dari hasil investigasi dan interogasi dari tersangka pelaku, dia menuliskan ini melulu masalah kegiatan di kantor,” ujar Panit Resmob Polda Sulsel, Ipda Sunardi, pada Sabtu (23/3/2019).

Sunardi mengungkapkan Sulaiha diketahui rekan sekantor dengan pelaku. Mereka sebelumnya sedang di dalam mobil yang sama dari Jalan Sultan Alauddin Makassar mengarah ke ke Kabupaten Gowa untuk menuntaskan masalah bertengkar mereka di kantornya. Bukannya membaik, dalam perjalanan itu keduanya malah semakin terlibat bentrokan hebat. Hingga kesudahannya pelaku naik pitam dan menyimpulkan menghabisi nyawa Sulaiha.

Menonjok sampai Mencekik

Wahyu menyatakan mencekik Sulaiha dua kali. Dia pun menonjok Sulaiha yang saat tersebut melawan.

“Pelaku mengakui perbuatannya telah mengerjakan pembunuhan terhadap korban dengan teknik pelaku mencekik korban pada unsur leher dengan memakai tangan kanan pelaku,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani , Sabtu (23/3).

Baca Juga : Lisa “BLACKPINK” Dinobatkan Sebagai Wanita Paling Cantik Di Asia

Berdasarkan keterangan dari Dicky, korban sempat memberontak dengan teknik mencakar tangan pelaku ketika dicekik. Pelaku kemudian memukul unsur pipi korban sebelah kiri sejumlah satu kali memakai kepalan tangan kanan pelaku.

Kemudian, lanjut Dicky, pelaku mencekik leher korban memakai kedua tangannya hingga korban meninggal dunia.

‘Setting’ Seolah Perampokan

Wahyu menutupi jejaknya seakan-akan Sulaiha menjadi korban perampokan.

“Selanjutnya pelaku mengupayakan menutupi perbuatannya, dengan menciptakan korban itu seolah-olah ialah korban perampokan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani , Sabtu (23/3).

Wahyu lantas mengunci Sulaiha, yang sudah tewas dampak dicekik, di dalam mobil. “Pelaku mengunci mobil yang dikendarai oleh korban dari dalam, lantas mengambil dagangan milik korban yang terdapat di dalam tas kepunyaan korban, lantas memecahkan kaca mobil dengan memakai batu kali,” beber Dicky.

Ambil HP

Wahyu pun mengambil dan melemparkan handphone (HP) kepunyaan Sulaiha. Wahyu memecahkan kaca mobil dengan batu lalu memungut handphone kepunyaan Sulaiha.

“Kami olah TKP tergambar bahwa betul terdapat handphone yang diambil, sesudah terduga pelaku sadar bahwa masih terdapat handphone di dalam mobil sampai-sampai bersangkutan memungut dengan melewati kaca pecah tadi,” kata Panit III Resmob Polda Sulsel Ipda Sunardin pada Sabtu (23/3).

Berstatus Tersangka

Wahyu telah diputuskan sebagai terduga dalam permasalahan ini.

“Sudah (ditetapkan jadi tersangka), memang dia yang bunuh,” kata Kombes Dicky Sondani ketika dihubungi makviral, Sabtu (23/3).

Akibat perbuatannya, Wahyu dijerat Pasal 338 KUHP mengenai pembunuhan.

Masih Stres

Setelah menjadi tersangka, Wahyu menjalani pemeriksaan. Namun, dia belum dapat dimintai penjelasan lebih lanjut sebab masih merasakan guncangan.

Kombes Dicky Sondani mengatakan situasi Wahyu masih stres sesudah ditangkap. Polisi masih menunggu situasi Wahyu tidak banyak stabil.

“Masih ini pun lah masih stres juga, anda tunggu dulu lah stresnya agak normal,” ujarnya.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *