Pengamat Politik: Jokowi Lebih Diuntungan Dalam Debat Pilpres Besok

Makviral.com – Debat Perdana Capres Cawapres Pilres 2019 digelar Kamis 17 Januari 2019 yang akan dilangsungkan esok hari. Pada debat pertama ini baik Capres nomor 01 Joko Widodo adat Jokowi maupun Capres nomor 02 Prabowo Subianto akan sama-sama diberikan berpidato yang bertujuan untuk mendapatkan “swing voters”.

Namun lain lagi menurut pengamat politik yang menyebut debat capres cawapres Pilpres 2019 pada Kamis (17/1/2019) lebih menguntungan Capres nomor 01 Jokowi. Debat perdana fokus kepada persoalan hukum, penegakan HAM, pemberantasan korupsi dan terorisme. Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro, mengatakan, capres cawapres nomor 01 Joko Widodo akan lebih diuntungan dalam debat perdana Pilpres 2019.

Presiden Joko Widodo Saat Melakukan Pidato

Menurut Kumoro sebagai petahana, Presiden Jokowi bisa menonjolkan kinerjanya di bidang hukum selama memimpin dalam 4 tahun terakhir. Beberapa capaian itu, kata Bawono, misalnya penerbitan Inpres Nomor 7 Tahun 2015 dan Inpres Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, serta Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Selain itu, ia menilai, Jokowi telah memangkas regulasi panjang dan berbelit. berbelit. “Ini merupakan hasil bagus pemerintahan jokowi di bidang hukum. Pemangkasan regulasi-regulasi itu membuat kenaikan ranking Indoneia di Ease of Doing Business (EDB) dari peringkat 120-an menjadi peringkat 72,” kata Kumoro.

BACA JUGA : Menjelang Debat Pilpres 2019, Apa Persiapan Jokowi? Ini Jawaban Tegas Capres Nomor 01 Tersebut.

Dan juga selama Jokowi memimpin dirinya telah membersihkan oknum-oknum nakal di aparatur pemerintah melalui tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). “Dan yang paling penting, Presiden Jokowi tidak pernah melakukan intervensi hukum terhadap suatu kasus,” kata dia.

Tapi konsep debat kedua dan selanjutnya itu berbeda dengan debat perdana. Hal itu tergantung dari hasil evaluasi setelah debat pertama dilakukan. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, akan dilakukan evaluasi setelah debat pertama dilangsungkan pada Kamis 17 Januari 2019. “Bisa saja nanti topik debat kedua berbeda dengan topik debat pertama. Dan yang ketiga juga berbeda lagi dengan yang kesatu dan kedua” kata Wahyu, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut Wahyu topik diambil dari banyak pihak yaitu pemerhati, akademisi, masyarakat, peserta pemilu hingga KPU.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *