Lucky Hakim Kembali Buka Kasus Penipuan 8 Miliar

Makviral.com – Kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan Lucky Hakim sebagai korban menginjak babak baru. Hari ini, Selasa (26/3/2019) pihak Lucky Hakim mengunjungi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk memberikan surat permintaan supaya kasus dimulai kembali.

Masalah dibuka ketika Lucky Hakim mengadukan Dini Novianty bersangkutan sangkaan penipuan dan penggelapan duit sebesar Rp 8,8 miliar, Januari lalu. Namun, permasalahan itu dirasakan sudah selesai sebab Dini memohon dan berjanji akan menunaikan uang itu pada Lucky.

“Setelah anda laporkan pada tanggal 9 Januari kemarin, Dini meminta pengacaranya guna negosiasi sama anda ‘minta maaf, nangis-nangis, terus tolonglah saya jangan diadukan polisi, tolonglah dibabut, saya mau membayar’,” kata Lucky Hakim saat didatangi Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (36/3/2019).
Namun sampai kini, Dini tak kunjung mengindikasikan itikad baik. Ia malah memberikan periksa palsu yang dananya tak dapat dicarikan.

Baca Juga : Jokowi : Ayo Semua Ke TPS Pakai Baju Putih 17 April

“Pengacaranya meyakinkan untuk kami dan pihak perusahaan, menggaransi bahwa dananya ada nanti (dalam cek),” sambungnya lagi.

“Tiba-tiba sesudah kita tunggu di tanggal 25 Maret tanggal jatuh tempo, saya dikasi tahu oleh abang ini (kuasa hukum Jamaluddin Fakaubun) bahwa uangnya nggak cukup, nggak terdapat uangnya. Nah ini bila namanya orang telah berjanji menunaikan pakai cek, namun tiba-tiba cek-nya kosong maka masuk ke pasal penipuan,” kata Lucky Hakim.

Baca Juga : Bangganya Warga Jakarta Punya MRT Mirip Singapura

Kehilangan kesabaran, Lucky Hakim langsung mengunjungi Dirkrimum Polda Metro Jaya guna membuka kembali permasalahan yang pernah diblokir dan dilaporkannya itu. Ia menegaskan tak terdapat lagi perdamaian antara dirinya dan Dini Novianty.

“Makanya kami datang ke sini menyerahkan surat guna kasusnya dilanjutkan, berarti perdamaian kemari tersebut sudah tidak ada,” ia menandaskan.

Pihak Lucky Hakim menuntut Dini Novianty dengan dia pasal, yakni pasal 372 dan 378 mengenai penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman sampai lima tahun.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *