Bukan Pintar, Inilah Kriteria Karyawan Yang Dicari Bos AirAsia

Makviral.com – Kepintaran tentu diperlukan untuk dapat sukses dalam pekerjaan. Namun kadang nilai tinggi atau lulus dari universitas bergengsi saja tidak lumayan untuk menciptakan seseorang dapat diterima di perusahaan besar. Hal itu diungkap oleh bos AirAsia, Tony Fernandes. Ia mengaku andai nilai akademis bukanlah yang dicarinya saat menerima pegawai baru namun orang-orang ‘lapar’.

Hal itu disampaikannya saat mengisi konferensi Money 20/20 di Singapura. Dalam acara itu, Tony Fernandes mengungkap dalil utama kenapa AirAsia menjadi di antara perusahaan paling unik di Malaysia. Berdasarkan keterangan dari Tony, kuncinya ialah pada perekrutan. Ia menyatakan selalu menggali ‘orang-orang yang lapar’ dan ‘ingin membuktikan’.

“Jika anda melihat seluruh orang dalam timku, tidak sedikit orang yang tidak pernah sukses dan tidak pernah diberi peluang (sebelumnya). Kami punya yang tidak sedikit orang yang meninggalkan sekolah di umur 13 tahun yang paling senior di perusahaan kami. Aku menggali orang dengan desakan dan hendak membuktikan sesuatu,” kata Tony dikutip Business Insider.
Dalam kamusnya, lulus dengan nilai berkilauan atau dari universitas ‘Ivy League’ tak selalu diperlukan saat menggali pegawai. Tony juga menambahkan andai orang tersebut pun perlu punya keterampilan komunikasi yang baik dan dapat bekerja dalam tim.

Baca Juga : Penumpang Pesawat Lion Air Kehilangan Bagasi Tujuan Denpasar – Jakarta

Di samping itu, Tony pun mengungkap strateginya dalam membina AirAsia sampai sesukses sekarang. Beberapa di antaranya ialah dengan membina transparansi dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan siapa juga serta kapan pun. “Semua orang di AirAsia bisa berkata denganku. Tidak terdapat hirarki,” tambah lelaki 54 tahun tersebut.

Baca Juga : Terkuak Skandal Seks Korsel Bongkar 1600 Orang Direkam Diam Diam Ketika Bercinta

Di samping itu, menurutnya urgen pula guna mengapresiasi semua karyawan. Misalnya dengan tidak mempedulikan mereka berkembang secara personal sampai mengajak jalan-jalan.
“Banyak perusahaan terbius aset terbesar mereka -dan ini ialah salah semua akuntan- yaitu pegawai mereka. Itu bukan angka yang dapat kamu taruh di neraca tapi seluruh orang perlu atensi dan apresiasi atas apa yang mereka lakukan. Dan aku pikir kami bagus dalam itu,” ungkap Tony.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *